Salam Aidilfitri


SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI
Minal Aizin Wal Faizin
Maaf Zahir Batin

SAVE M. DAGUN : Filsafat Eksistensialisme


"Eksistensi manusia itu bukan terletak pada bahwa ia ada tetapi lebih tertuju pada kehendak yang dapat menerobos baik 'ada'nya mahupun yang bukan 'ada'nya. Eksistensi ini bergerak dalam dua kutub iaitu di antara 'tidak berada' dan 'berada'. Hal ini dimungkinkan kerana  manusia adalah satu penjelmaan berada. Suatu makhluk dalam erti identik dengan tubuhnya tetapi juga lebih dari itu. Tubuh itu hanya satu daerah perbatasan sahaja kerana di satu pihak manusia itu dapat menguasai tubuhnya - misalnya bunuh diri - sementara di lain pihak manusia tidak dapat bebas dari tubuhnya. Dalam keadaan ini, kesatuan manusia dengan tubuhnya dapat dikatakan sebagai manusia adalah tubuhnya. Diri manusia berada dalam daerah perbatasan, tubuhnya menjadi titik pertemuan antara berada dan tidak berada."

Save M Dagun


Malaikat Juga Tahu


 Kelmarin
kulihat awan membentuk wajahmu
desau angin meniupkan namamu
tubuhku terpaku

Semalam
bulan sabit melengkungkan senyummu
tabur bintang serupa kilau auramu
aku pun sedari
ku segera berlari

Cepat pulang, cepat kembali
jangan pergi lagi
firasatku ingin kau untuk
cepat pulang, cepat kembali
jangan pergi lagi

Akhirnya
bagai sungai yang mendamba samudera
ku tahu pasti ke mana kan ku bermuara
semoga ada waktu

Sayangku
ku percaya alam pun berbahasa
ada makna di sebalik semua pertanda
firasat ini...
rasa rindukah
atau tanda bahaya?

Aku tidak perduli
ku terus berlari

Dan lihatlah, sayang
hujan turun membasahi
seolah ku berair mata

Aku pun sedari
kau takkan kembali lagi

DEWI LESTARI "DEE"
Recto Verso
Good Faith Indonesia

Sisipan Puisi Klasik


Apabila dia berjumpa dengan tuhan
dengan penuh dosa serta kesilapan
lagunya separuh tertulis
kerjanya separuh siap
yang tahu laluan mana
kaki lukanya memijak
kedamaian membukit
ataupun kesakitan yang dirasai

Saya harap Tuhan akan senyum
dan memegang tangannya
lalu berkata ; 
"Kasihan kaki ponteng!"
"Si bodoh gairah!"

Undang-undang kehidupan 
sukar difahami
Kenapa kamu tidak kekal sahaja
belajar di sekolah?

Charles Hanson Towne
1877

SISIPAN ROHANI RANAH 3 WARNA

Anak-anakku...

Akan tiba masanya ketika kamu dihadang badai dalam hidup. Badai itu boleh jadi diluar diri kamu., boleh jadi badai dalam diri kamu. Hadapilah dengan tabah dan sabar, jangan lari. Badai pasti akan berlalu.


Anak-anakku...

Badai paling dahsyat dalam sejarah manusia adalah badai jiwa, badai rohani, badai hati. Inilah badai yang mampu membongkar dan menghempaskan iman, logik, kepercayaan diri dan tujuan hidup. Akibat badai ini boleh jadi lebih hebat dari badai fizikal. Menangilah badai rohani dengan iman dan sabar, kamu akan menjinakkan dunia akhirat.


Anak-anakku...

Apabila badai datang. Hadapi dengan iman dan sabar. Laut yang tenang adalah untuk ditakluki, bukan ditangisi. Bukankah karakter pelaut handalan ditatah oleh badai yang silih berganti ketika melintas lautan tidak bertepi?

Kial Rais
Pondok Madani

Sedutan dari Novel RANAH 3 WARNA
Karya A Fuadi
PTS Litera Utama Sdn Bhd Malaysia
PT Gramedia Pustaka Utama Indonesia
2011

GURINDAM : Senada ‘Laailaha illallah’


Lafazan ‘Laailaha illallah’ tanpa hitungan

Detik waktu bukanlah alasan
Cemerlang  berzikir suatu amalan
Perilaku tertinggi sebuah kebaikan

Rahmat kiamat sisipan insan bertuah
Syafaat Rasul limpahan anugerah
Akrab berkalimah ‘Laailaha illallah’
Bacaan khusyuk ikhlas bertarbiah

Hadis rasullullah bukti pegangan
‘Laailaha illallah’ kesohoran iman
Tiada tudingan dosa peninggalan
Tiada amal terbanding persamaan

Seruan ‘Laailaha illallah’ sejujur jiwa
Rukun ummah teguh berwibawa

Lantunan ‘Laailaha illallah’ setulus hati
Pintu langit terbuka tidak terperi
Doa kan diutus naik ke arasy
Syarat dosa besar haruslah dijauhi

Tuturi ‘Laailaha illallah’ seutuh redha
Sabda rasulullah jadikan nur percaya
Tiada halangan mampu memperdaya
Kalimah terutus pada Allah sahaja

Andai langit bumi saksi taruhan
Dacing penentu saksi pertimbangan
Zikir ‘Laailaha illallah’ bukan tandingan
Berat hikmah ketara menentukan

Ucapan ‘Laailaha illallah’ mesra sebatin
Silaturahim ummah kekal diprihatin

Riesna Zasly
July 2011

Sekadar Renungan

"Manusia dilahirkan bersama dengan bakat/ kelebihan masing-masing…"
"Terpulanglah kepada kita untuk menjadikan bakat tersebut  
satu kemahiran atau tidak…."
"Kerana.."
"Kita tidak dilahirkan terus berjaya atau  kecewa…."
 "Tetapi kita berpotensi ke arahnya..."
 

PUISI : Tinggallah Semusim Itu

 
Gerimis usai berlabuh
pawana menyingkap semilir
pantai landai ditinggal mata
menyingkir nilakandi langit
nan bersatu persada laut
semerbak air asin
masih mengawang sukma
kelam 

Secangkir kopi
hidangan sepenuh pinggan
denting sudu garpu menguap 
sorak sorai pengiring lelah
nada teman  seakrab
utuh menyisip kenangan
diam menebar rindu

Kita telah pun menginjak tapak
tiga belasan malam siang
mengalur percik waktu panjang
akal kian menerawang
lewat jasad nan menjauh
kembali ke dunia nyata
tinggal memori
hanya semalam

RIESNA ZASLY
13 Juli 2011

 
 

Buat teman-teman sekursus 
Jabatan Pendaftaran Negara Malaysia
Ancasa Allsuites Resort & SPA
Port Dickson, N. Sembilan
1 hingga 13 Julai 2011

Specially for the birthday girl....

For my best friend : Lucy Johnny
HAPPY BIRTHDAY

You make me feel so special
by the sweet things that you do,
and sharing your life wonders
your are a friend so true.

Your heart is full of tenderness
your cup overflows with love,
I know that your friendship came
from our dear Lord above.

You are always in my thoughts
as I hope I am in yours,
your friendship is the sweetest fruit
thru which life's blood just pours.

Walk with me as we grow old
please leave me not behind,
keep me always in your prayers
good friends are hard to find.


There are friends who pretend to be friends 
but there are friends who sticks closer than a sisters.....

NOVEL PERAHU KERTAS - Dewi Lestari 'Dee"

Cetakan untuk  pasaran Malaysia
Penerbit Litera Utama sdn Bhd 2011


SIPNOSIS

Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.

Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.

Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.

Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.

Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.

Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.

Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.

Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.

Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.

Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.

Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya. 

Sumber dari Dee Idea Blog


 Perahu Kertas versi pasaran Indonesia 2008

Inilah komentar mereka yang sudah membaca novel Perahu Kertas di awal penerbitannya pada tahun 2008 di Indonesia
 
From Clariss:
Bagus banget, Mbak...
Rasanya setiap Kugy sedih aku jadi ikut berkaca-kaca. Ga cuma cerita cinta aja tapi ada makna supaya setiap orang yakin sama impiannya.

From Jaff:

Overall, enjoyed the story :) Keren, Dee… Keren…

From Emaknya Farah:

Lebih 'ringan' dari Supernova dan lebih 'berat' dibanding chicklit or teenlit. One thing yang aku realized that, ternyata Dee juga 'penuh pengetahuan' yaa (hihihi…). Top dah (lagi ngebayangin wujud Keenan dan kugy kalo dijadiin pileem!).

From Dian:

Menarik juga ceritanya. Ada Pasukan Alit, Kugy yang pinter bikin cerita tapi gak bisa gambar, Keenan yang pinter melukis tapi gak bisa bikin cerita, trus ada Wanda yang naksir Keenan tapi Keenan gak ada minat. Wanda yang cantik sempurna, anak orang kaya, yang membuat Kugy minder karena ada hati sama Keenan. Keren abies dech! 

Komentar Saya :

PERAHU KERTAS menurut perkiraan teman-teman di Jakarta sudah beredar dalam promosi laris di Indonesia pada tahun 2008 dan 2009... Keinginan untuk memilikinya memang ada... cuma kesempatan untuk menin jau buku-buku baru di Jakarta atau Medan belum ada bagi saya...

Sekitar bulan Mei yang lalu, seorang teman mengkabarkan "PERAHU KERTAS" sudah memasuki pasaran malaysia. ini bermakna inilah karya sulong dewi lestari yang terkenal dengan siri novel supernova itu dihadapkan untuk pembacaan malaysia...

saya tidak melepaskan peluang untuk memilikinya... dan ternyata mutu penulisan dewi lestari yang menurut trend terkini itu sungguh kagu dihadam dan dihayati minda... malah menyentuh perasaan pula...

 

Novel PERAHU KERTAS ini amat sesuai untuk para pembaca yang inginkan kelainan dari novel-novel pop malaysia sediada... terutama dalam memupuk kematangan pemikiran... malah ia membuktikan sebuah novel pop yang diolah dengan baik, mampu memberi faedah dan manafaat yang sebenar dari segi mutu pembacaan... terutamanya dalam mewujudkan norma-norma masyarakat moden yang masih berpegang pada hakiki kebaikan...

buat para penulis muda juga, novel PERAHU KERTAS mampu memberi idealisme baru dalam kaedah penulisan pop menurut trend terkini... juga secara tidak sedar dapat memperkembangkan strategi plot ceritera yang ada...

TAHNIAh kepada PTS kerana membawa karya bermutu ini ke landasan Malaysia
Suatu percubaan baik dari segi pemasaran bacaan yang berguna...


THE BELIEVER


"The believers are nothing else 
than brother (in Islamic law). 
So make reconciliation between your brothers, 
and fear Allah that you may receive mercy"

Al-Hujuraat (49:10)

KARYA AKAN DATANG : "Lirih Naluri Seorang Hawa"




“Inilah tipikal perempuan kita. Easy to forgive, but difficult to forget. Setelah dibujuk-rayu, mulut begitu mudah mengaku diri sedia memaafkan. Sedangkan dalam hati, bagaikan sembilu menghentam jiwa, susah nak lupa. Adakala sampai berdendam seumur hidup.” 

Tutur berbaur sindiran sinis itu serba-sedikit menggoyah kewibawaannya selaku seorang perempuan. Dia menelan liur. Kelat!

Terkadang dia ingin menjadi seekor burung. Menebar sayap seluas-luasnya. Meluncur cemerlang ke angkasa raya. Bermigrasi lewat tempoh musim-musim nan bersemi. Tanpa dipalit perasaan jengkel lewat kekhilafan waktu hinggap. Segalanya teratur. Bergorak rutin tanpa gangguan.

Namun, dia hanyalah manusia biasa. Seorang wanita yang sarat dengan naluri keperempuanan. Mudah terusik andai kasihsayang di adu-domba. Senang terluka pada cinta yang berpaling sauh. Juga cepat tersentuh andai maruah diinjak-injak pada sebuah kecurangan yang mencabar wibawa diri. Dia tetap kalah dengan suatu ketentuan takdir yang amat berat ditanggung jiwa.

Sedutan :
Cerpen "Lirih Naluri Seorang Hawa"
Akan datang ke media cetak