NOVEL PERAHU KERTAS - Dewi Lestari 'Dee"

Cetakan untuk  pasaran Malaysia
Penerbit Litera Utama sdn Bhd 2011


SIPNOSIS

Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.

Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu: ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.

Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung.Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.

Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih, cowok mentereng bernama Joshua, alias Ojos (panggilan yang dengan semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko dengan seorang kurator muda bernama Wanda.

Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul: Jenderal Pilik dan Pasukan Alit. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.

Kedekatan Keenan dengan Wanda yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.

Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.

Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karier dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.

Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.

Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.

Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit, di empang, di kali, di sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.

Diwarnai pergelutan idealisme, persahabatan, tawa, tangis, dan cinta, “Perahu Kertas” tak lain adalah kisah perjalanan hati yang kembali pulang menemukan rumahnya. 

Sumber dari Dee Idea Blog


 Perahu Kertas versi pasaran Indonesia 2008

Inilah komentar mereka yang sudah membaca novel Perahu Kertas di awal penerbitannya pada tahun 2008 di Indonesia
 
From Clariss:
Bagus banget, Mbak...
Rasanya setiap Kugy sedih aku jadi ikut berkaca-kaca. Ga cuma cerita cinta aja tapi ada makna supaya setiap orang yakin sama impiannya.

From Jaff:

Overall, enjoyed the story :) Keren, Dee… Keren…

From Emaknya Farah:

Lebih 'ringan' dari Supernova dan lebih 'berat' dibanding chicklit or teenlit. One thing yang aku realized that, ternyata Dee juga 'penuh pengetahuan' yaa (hihihi…). Top dah (lagi ngebayangin wujud Keenan dan kugy kalo dijadiin pileem!).

From Dian:

Menarik juga ceritanya. Ada Pasukan Alit, Kugy yang pinter bikin cerita tapi gak bisa gambar, Keenan yang pinter melukis tapi gak bisa bikin cerita, trus ada Wanda yang naksir Keenan tapi Keenan gak ada minat. Wanda yang cantik sempurna, anak orang kaya, yang membuat Kugy minder karena ada hati sama Keenan. Keren abies dech! 

Komentar Saya :

PERAHU KERTAS menurut perkiraan teman-teman di Jakarta sudah beredar dalam promosi laris di Indonesia pada tahun 2008 dan 2009... Keinginan untuk memilikinya memang ada... cuma kesempatan untuk menin jau buku-buku baru di Jakarta atau Medan belum ada bagi saya...

Sekitar bulan Mei yang lalu, seorang teman mengkabarkan "PERAHU KERTAS" sudah memasuki pasaran malaysia. ini bermakna inilah karya sulong dewi lestari yang terkenal dengan siri novel supernova itu dihadapkan untuk pembacaan malaysia...

saya tidak melepaskan peluang untuk memilikinya... dan ternyata mutu penulisan dewi lestari yang menurut trend terkini itu sungguh kagu dihadam dan dihayati minda... malah menyentuh perasaan pula...

 

Novel PERAHU KERTAS ini amat sesuai untuk para pembaca yang inginkan kelainan dari novel-novel pop malaysia sediada... terutama dalam memupuk kematangan pemikiran... malah ia membuktikan sebuah novel pop yang diolah dengan baik, mampu memberi faedah dan manafaat yang sebenar dari segi mutu pembacaan... terutamanya dalam mewujudkan norma-norma masyarakat moden yang masih berpegang pada hakiki kebaikan...

buat para penulis muda juga, novel PERAHU KERTAS mampu memberi idealisme baru dalam kaedah penulisan pop menurut trend terkini... juga secara tidak sedar dapat memperkembangkan strategi plot ceritera yang ada...

TAHNIAh kepada PTS kerana membawa karya bermutu ini ke landasan Malaysia
Suatu percubaan baik dari segi pemasaran bacaan yang berguna...


THE BELIEVER


"The believers are nothing else 
than brother (in Islamic law). 
So make reconciliation between your brothers, 
and fear Allah that you may receive mercy"

Al-Hujuraat (49:10)

KARYA AKAN DATANG : "Lirih Naluri Seorang Hawa"




“Inilah tipikal perempuan kita. Easy to forgive, but difficult to forget. Setelah dibujuk-rayu, mulut begitu mudah mengaku diri sedia memaafkan. Sedangkan dalam hati, bagaikan sembilu menghentam jiwa, susah nak lupa. Adakala sampai berdendam seumur hidup.” 

Tutur berbaur sindiran sinis itu serba-sedikit menggoyah kewibawaannya selaku seorang perempuan. Dia menelan liur. Kelat!

Terkadang dia ingin menjadi seekor burung. Menebar sayap seluas-luasnya. Meluncur cemerlang ke angkasa raya. Bermigrasi lewat tempoh musim-musim nan bersemi. Tanpa dipalit perasaan jengkel lewat kekhilafan waktu hinggap. Segalanya teratur. Bergorak rutin tanpa gangguan.

Namun, dia hanyalah manusia biasa. Seorang wanita yang sarat dengan naluri keperempuanan. Mudah terusik andai kasihsayang di adu-domba. Senang terluka pada cinta yang berpaling sauh. Juga cepat tersentuh andai maruah diinjak-injak pada sebuah kecurangan yang mencabar wibawa diri. Dia tetap kalah dengan suatu ketentuan takdir yang amat berat ditanggung jiwa.

Sedutan :
Cerpen "Lirih Naluri Seorang Hawa"
Akan datang ke media cetak

SEBERKAS MUTIARA KATA

 

"Orang beriman yang menjalani setiap saat dalam kehidupan dunianya sesuai dengan ajaran Al Quran tidak akan membiarkan fikirannya dikuasai oleh fikiran yang tidak berguna dan tidak masuk akal selama perjalanan. Dia mengarahkan perhatiannya pada hal dan peristiwa yang dapat dia renungkan dengan mendalam"

Yahya Harun
24 Hours in the Life of a Muslim (UK)
Ta-Ha Publisher Ltd

Terjemahan Rina S Marzuki

MELAYU LAMA - Satria Abadi


Berkembang dan mewangi
perjuangan yang dikau beri
kupuja dan kupuji
menambahkan kedaulatan suci

Bersama kuturuti
mendoakan kekanda pergi
kubelai dan kujaga
cahayamata kesayangan kita

Menantikan masa
dikau pulang di hari bahagia
seribu harapan
kemenangan menjadi impian

Usah bimbang dihati
tabah sabar satria abadi
waspada gerak-geri
bentengkanlah nusantara ini

Melestari wulangreh budaya bangsa

Hanya Satu Cinta


Tatkala semusim itu
hadir melewat
suram kabut menggeromol
bukat hitam rakus 
mencempera malam 
ibarat berlangut
cantingan langit ditengadah
mengimpi purnama


Khayal seloka kerdipan
bintang kejora  dituding
Saksama benak mencongak
lewat takdir tanpa 
sempadan jernih
mahupun keruh

Tiada yang lain
lafaz sukma tulus
bersulam redha
hanya tunggal 
diidam kaulah 
itu satu
cinta...

Riesna Zasly
12 Juni 2011

FILSAFAT KEHILANGAN


"Kematian itu bukanlah suatu kehilangan yang besar. 
Kehilangan paling besar adalah apabila matinya.
apa yang ada dalam diri kita semasa kita masih hidup..."

Norman Cousin